Angsle dan Ronde Titoni Malang 1948

Kota Malang yang terkenal dengan buah apelnya, memang sangat dingin. Apalagi kalau malam hari. Nah, buat kalian yang sedang jalan-jalan di Kota Malang tidak perlu khawatir untuk menghangatkan tubuh. Anda dapat meminum angsle atau ronde khas Malang.  

Angsle dan ronde ini merupakan kuliner tradisional yang berasal dari Kota Malang. Kuliner berkuah hangat ini menjadi menu yang cocok saat malam hari dengan hawa dingin. Terlebih lagi pada saat musim hujan, dua kuliner ini tentu semakin laris manis.

Di Jalan Zainul Arifin Nomor 17, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur sekitar Pasar Besar ini terdapat kedai legendaris yang menjual Angsle dan Ronde. Namanya Ronde Titoni. Kedai tersebut berdiri sejak tahun 1948.

Hingga kini kedai terus ramai dengan para pelanggan. Jika dihitung sampai sekarang usianya sudah mencapai 71 tahun. Usaha ini didirikan oleh Bapak Abdul Hadi yang sudah almarhum dan kini sudah berpindah ke generasi kedua yaitu Pak Sugeng Prayitno. Dulu, Pak Hadi berjualan ronde berkeliling sambil memikul dagangannya tersebut.

Beliau menjajakan dagangannya di sekitar kawasan Titoni. Maka dari situlah disebut namanya Ronde Titoni. Selain itu, rute jualanannya mulai dari Pasar Besar, Pecinan, Kudusan, dan daerah Tolaram (sekarang Altara). Namun, tempat yang lebih banyak dijadikan untuk mangkal adalah di kawasan Titoni.

Meskipun angsle dan ronde ini berbeda, tetapi penjual biasanya menyatukan dua kuliner yang telah populer di Jawa Timur ini. Sebab, kuliner ini tidak dapat dipisahkan.

Di mana ada angsle, di situ pasti ada ronde juga. Pak Sugeng juga selalu berusaha mempertahankan resep warisan ayahnya. Bahkan mulai dari segala prosesnya ketika membuat ronde, beliau selalu memakai takaran dengan standar yang sama. Mulai dari pemilihan bahan-bahan yang akan digunakan hingga proses pembuatan.

Angsle merupakan campuran dari potongan roti tawar, pethulo, kacang hijau, ketan putih, dan mutiara. Kemudian disiram menggunakan kuah hangat terbuat dari air jahe.

Satu mangkuk berisi dengan bola-bola yang terbuat dari tepung beras berisi gula merah. Namun, tidak hanya berkuah. Melainkan, ronde juga bisa disajikan dalam wujud kering. Ronde kering tentu tidak memakai kuah, tetapi bulatan tepung berasnya dipadu atau dilumuri dengan bubuk kacang.

Tidak hanya angsle dan ronde yang dijual di sana. Ada juga jajanan pelengkap lainnya seperti Cakwe dan Roti Goreng yang bisa kamu nikmati juga. Kedai dibuka mulai pukul 16.00 – 00.00 WIB.

Tarif harganya pun sangat terjangkau yaitu untuk Ronde Kering harganya Rp10.000,00, Ronde Basah dibandrol dengan harga Rp8.000,00, Ronde Campur dikenakan tarif Rp8000,00, juga, Angsle dibandrol senilai Rp8000,00, Kacang Kuah seharga Rp8000,00, Roti Goreng hanya Rp3000,00 dan Cakwe juga seharga Rp3000,00.

Buat kamu yang belum pernah datang kemari, bisa mencobanya dengan orang terdekat atau keluarga kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *